SEMRETRO 2026
Echoes of Truth: Menyelam
i Seni Retorika dan Strategi Advokasi di SEMRETRO 2026
Surabaya, 16 Mei 2026 — Berbicara di depan publik bukan sekadar tentang mengeluarkan suara, dan memperjuangkan hak bukan pula aksi tanpa arah. Di Auditorium Gedung C8 Matematika, sebuah momentum penting bertajuk SEMRETRO 2026 (Seminar Retorika dan Advokasi 2026) berhasil digelar dengan mengusung tema: “Echoes of Truth: The Art of Rhetoric and Advocacy”.
Acara ini menghadirkan dua sudut pandang luar biasa dari para praktisi yang kompeten di bidangnya, yakni Ulul Albab Annury (Wakil Presiden BEM UNESA periode 2026) dan Musyafaah Mia Kurniati, S.Pd (Wakil Ketua DPD NasDem Surabaya). Kolaborasi ini mengupas tuntas bagaimana memadukan seni berbicara yang persuasif dengan aksi nyata pergerakan mahasiswa yang terstruktur.

Retorika: Lebih dari Sekadar Kata, Sebuah Alat Persuasi
Sesi pertama dibuka oleh Ulul Albab Annury,
seorang Mahasigma Ilmu Komunikasi. Ia mengajak audiens memahami kembali esensi
dari retorika. Mengutip pemikiran filsuf besar Aristoteles (384-322 SM),
retorika didefinisikan sebagai seni dan ilmu berbicara yang bertujuan untuk
mempersuasi orang lain melalui penggunaan bahasa yang efektif. Retorika
bukanlah alat manipulasi kosong, melainkan sebuah instrumen kuat yang memiliki
fungsi nyata.
Dalam penyampaiannya, Ulul menekankan pentingnya
menguasai Segitiga Aristoteles, yang terdiri dari tiga elemen utama:
- Ethos (Kredibilitas): Bagaimana
membangun kepercayaan publik melalui karakter dan keahlian yang dimiliki pembicara
- Logos (Logika): Bagian yang
menyajikan data, fakta, serta penalaran yang masuk akal bagi audiens.
- Pathos
(Emosi): Elemen ini menyentuh sisi kemanusiaan, empati, dan perasaan audiens,
yang kerap kali dibangun melalui kekuatan cerita (storytelling).
"Pesan tanpa Logos adalah omong kosong;
tanpa Pathos akan membosankan; tanpa Ethos tidak akan dipercaya."
Manfaat Nyata & Rencana Pengembangan Diri
Kemampuan retorika ini membawa dampak besar di
berbagai lini kehidupan, mulai dari Kepemimpinan untuk memotivasi tim di masa
sulit, Kehidupan Sosial untuk memenangkan argumen tanpa merusak hubungan,
Personal Branding, hingga dunia Bisnis saat meyakinkan investor.
Untuk menaklukkan demam panggung dan mengasah
kemampuan ini, seminar ini membagikan Improvement Plan berbasis
metodologi Stephen E. Lucas dalam "The Art of Public Speaking":
- Eksposur: Aktif mencari
kesempatan bicara di rapat, presentasi, atau komunitas.
- Recording/Mirroring: Merekam
diri sendiri untuk mengevaluasi bahasa tubuh dan tata bahasa.
- Vocabulary Building: Memperkaya
diksi dengan membaca literatur beragam seperti non-fiksi, puisi, dan
berita.
- Feedback Loop: Meminta umpan
balik jujur dari rekan atau mentor.
Dari Kata Menjadi Aksi: Strategi Advokasi Kebijakan Kampus
Jika retorika adalah senjatanya, maka advokasi
adalah medan perjuangannya. Sesi kedua yang dibawakan oleh Musyafaah Mia
Kurniati, S.Pd, mengupas tuntas mengenai Advokasi Mahasiswa dalam Kebijakan
Kampus.
